Baturaja,Sumselterkininews.com - Viral nya video yang beredar di Medsos Yang di unggah oleh pemilik akun Facebook Heni Arnita
Beberapa waktu lalu yang merekam tenaga medis dari Rumah sakit Ibnu Sutowo Baturaja menuai keprihatinan dari berbagai lapisan masyarakat.
Di dalam video tersebut terlihat salah seorang pasien wanita lanjut usia meninggal dunia di ruangan perawatan,
Video yang berdurasi kurang lebih 1 menit itu memperdengar kan suara salah seorang yang merekam , menyampaikan kekesalan terhadap perawat yang pada saat itu diminta untuk memberikan oksigen dan infus namun tidak di berikan,
Viralnya video tersebut Masyarakat menyayangkan tindakan memvideokan tenaga kesehatan saat bertugas tanpa izin resmi,itu sangat di langgar UU yang ada di negara Indonesia,
Dari beredar nya video tersebut Direktur utama Rumah Sakit Ibnu Sutowo Dr.Rynna Dyanna yang di dampingi langsung oleh pihak manajemen Hadi sukanto saat di konfirmasi awak media angkat bicara
Dalam penjelasan nya Dr.Rynna Dyanna menegaskan bahwa tindakan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai Prosedur operasional standar ( SOP ).
Ia menjelaskan pasien sudah di berikan oksigen menggunakan Non Rebreathing Mask ( NRM ),dan infus juga terpasang sesuai kebutuhan medis berdasarkan intruksi DPJP yang terlihat di dalam video,
" Di dalam video tersebut terlihat sebuah selang oksigen dan infus terpasang,jadi mereka yang bilang semuanya itu tidak di tangani atau tidak terpasang oksigen maupun infus itu tidak benar."tegas dr Rynna
Dr Rynna menjelaskan Secara hukum, merekam petugas medis di area pelayanan rumah sakit dilarang dan dapat melanggar sejumlah aturan penting,
Karena tindakan medis dan informasi pasien dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta berbagai Permenkes yang mengatur kerahasiaan rekam medis.
setiap individu memiliki hak atas privasi, termasuk tenaga kesehatan, Perekaman tanpa persetujuan jelas dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi."ujarnya
"Merekam di dalam ruang perawatan itu melanggar aturan,apalagi sampai merekam tenaga medis dan dokter karena ada aturan yang melarang hal itu dan kami juga sudah memasang banner peringatan dilarang merekam dan mengambil Gambar di area pelayanan rumah sakit Ibnu Sutowo,"ujarnya.
Manajemen RSUD menyebutkan pihaknya sudah berupaya menjalin komunikasi kepada pihak keluarga pasien, untuk memberikan penjelasan bahkan sebelum dr.Rynna kembali ke Baturaja
" Ya kami sudah mengundang pihak keluarga pasien untuk datang ke rumah sakit untuk menangani persoalan ini,bahkan saya sampai menjadwalkan ulang penerbangan untuk tugas di luar hanya untuk menangani persoalan ini,namun saat di hubungi oleh Pihak Humas untuk membicarakan persoalan ini secara kekeluargaan namun hingga saat ini belum mendapat respon dari pihak keluarga pasien," ujarnya
Meski dengan demikian dr.Rynna tetap merespon persoalan ini secara positif,dan dapat di selesaikan secara baik-baik.
"Ya saya tetap merespon persoalan ini secara positif,dan kami juga berharap keluarga pasien bisa hadir dan membicarakan hal ini secara kekeluargaan,tapi jika komunikasi tidak di sambut baik,tentu kami akan kembalikan pada haknya masing-masing,"tegas dr.Rynna
Terkait tuduhan lain yang menyebutkan pasien tidak di beri makan dr.Rynna menjelaskan bahwa pasien tersebut di puasakan karena indikasi medis tertentu.
Pasien di ketahui di rawat di ruangan isolasi sehingga pasien di wajibkan memakai masker untuk perlindungan diri
" Keluarga sudah kami himbau kan untuk memakai masker tetapi mereka menolak memakai alat pelindung diri ( APD ) sesuai SOP, bahkan sampai ada salah satu pengunjung bicara bahwa seharusnya pihak rumah sakit menyediakan masker,
Perlu di ketahui Rumah sakit hanya menyediakan masker untuk pasien dan tenaga medis bukan untuk pengunjung,"ujarnya
Dr.rynna menekan kan penting nya memberi perlindungan terhadap tenaga medis yang bekerja sesuai prosedur SOP,
" Saya adalah pimpinan dan saya juga punya hak untuk melindungi dokter dan tenaga medis saya yang sudah bekerja sesuai SOP dan tidak layak mendapat tekanan apalagi sampai viral di medsos,"tegas nya
Dia juga mengingatkan bahwa untuk mendatang doktor ke Baturaja ini tidak lah mudah dan juga banyak tenaga medis di RSUD Ibnu Sutowo ini sebagian besar adalah putra-putri Daerah,sehingga perlu dihargai.
Di akhir keterangan nya dr Rynna menyampaikan pihak tetap membuka ruang komunikasi secara kekeluargaan,namun terkait video yang viral yang telah merugikan tenaga medis dan dokter ini tidak bisa di biarkan.
" Kami tetap berusaha menyelesaikan persoalan ini dan meluruskan nya,dan kami juga berharap ada komunikasi dari pihak keluarga agar tidak terjadi prasangka buruk terhadap Tenaga medis dan dokter terkait video yang beredar," tutupnya
RSUD Ibnu Sutowo Baturaja menegaskan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk lapisan masyarakat ,dan menjadikan kritik sebagai evaluasi.
Rumah sakit juga berharap jika mempunyai kritik dan saran bisa langsung menyampaikan melalui mekanisme yang resmi bukan melalui rekaman dan di viralkan di media sosial karena hal tersebut sudah melanggar peraturan UU di negara Indonesia. ( Joni/romlan )


