TEGAS! Mendes Yandri: Mitra Dapur MBG yang Curang atau Main Harga Langsung Disanksi dan Putus Kontrak



 JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, pihak yang terbukti bermain-main dengan kualitas makanan, melakukan mark-up anggaran, atau melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) tidak akan diberi ampun.

Pemerintah pusat siap menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari pembekuan operasional hingga pemutusan kontrak kerja sama secara sepihak.

"Program MBG ini bukan sekadar proyek bisnis atau sekadar bahan konten media sosial semata, melainkan amanat negara yang besar. Pengelola tidak boleh berlebihan atau bahkan mengabaikan keamanan pangan sehingga jauh dari standar kualitas yang ditetapkan pemerintah," tegas Yandri dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, program ini merupakan strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto yang harus dijaga integritasnya. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi di atas kepentingan masyarakat.

"Karena sekarang tidak boleh main-main lagi. Program strategis nasional Bapak Presiden Prabowo harus sama-sama kita kawal. Jadi mitra dapur tidak boleh bermain-main dengan aturan yang sudah ada," tambah politisi asal Bengkulu Selatan ini.

Lebih dari 2.000 SPPG Di-suspend, Bukti Pemerintah Tidak Main-Main

Pernyataan keras ini disampaikan Yandri usai melakukan kunjungan kerja ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (3/4).

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tercatat lebih dari 2.000 unit SPPG statusnya sedang dalam penghentian sementara atau suspend. Langkah tegas ini diambil karena dapur-dapur tersebut dinilai belum memenuhi persyaratan teknis dan standar operasional yang layak.

Ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo agar program ini tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga benar-benar berkualitas dan aman dikonsumsi.

"Jadi pemerintah tidak main-main. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, keselamatan anak-anak kita, cucu-cucu kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia," paparnya.

Perkuat Ekonomi Desa lewat Koperasi Merah Putih

Selain meninjau pelaksanaan MBG, Yandri juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang berakar dari desa. Ia meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Koperasi ini menjadi instrumen utama pemerintah untuk melindungi pelaku usaha mikro dan kecil dari praktik perdagangan tidak adil, sekaligus memperkuat posisi tawar produk lokal agar bisa menembus pasar yang lebih luas.

Luncurkan Liga Desa, Cari Bibit Bakat Sepak Bola dari Kampung

Di kesempatan yang sama, Yandri juga meresmikan kick-off Liga Desa di Lapangan Desa Sirambang, Kecamatan Pariaman Utara. Program ini digagas untuk menjaring talenta-talenta terbaik sepak bola yang lahir dari desa-desa.

Selain sebagai wadah prestasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Kami berharap liga desa ini nantinya dapat melahirkan banyak talenta terbaik, meningkatkan kepercayaan diri anak daerah, serta menjadi panggung membanggakan bagi potensi desa," tutup Yandri.


( Joni )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama