Muara Enim, Sumselterkininews -Ketua Ormas JERAT DPW SUMSEL menyoroti Proyek Peningkatan jalan dusun 4 Desa Pagar Dewa Kecamatan Lubai Ulu Kabupten Muara Enim yang bersumber dari Dana APBD/ABT Kabupaten Muara Enim Dengan Pagu Anggaran Rp.1.000.000.000,00,- yang dikerjakan Oleh CV AMANDA ENIM JAYA.
Proyek yang seharusnya menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat, justru diduga dikerjakan secara asal-asalan tidak sesuai spek dan mutu,Pasalnya baru seumur jagung selesai dikerjakan, kondisi jalan sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada hari selasa (10/03/26) terlihat jelas kerusakan berupa retakan dan patahan pada beberapa titik jalan cukup mencolok. Bahkan, ada bagian jalan yang mulai hancur seperti tak pernah disemen dengan baik,Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan diduga terjadi penyelewengan dalam pengelolaan anggarannya.
dari hasil investigasi di lapangan terlihat jelas pembangunan jalan tersebut di duga di kerjakan asal jadi,mulai dari pengurangan volume,ketebalan bervariasi ada yang 5 cm,9 cm,10 cm sampai 13 cm dan jalan tersebut tumpang tindih di bangunan yang lama,jadi wajar kalau jalan tersebut baru seumur jagung sudah banyak keretakan di beberapa titik dan bahkan sampai ada yang hancur.
Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaan mereka. “Kami sebagai masyarakat sangat kecewa. Ini jalan baru beberapa bulan dibangun, tapi sudah rusak,banyak sekali keretakan dan sampai ada yang hancur Kami curiga ini tidak dikerjakan dengan baik,” ujar salah satu warga.
masih di tempat yang sama salah seorang warga menuturkan ,"pada saat tidak hujan jalan tersebut berdebu saat di lalui oleh kendaraan sampai debu-debu tersebut masuk kedalam rumah,"terang nya dengan nada kecewa
Kepada awak media Romlan selaku Ketua Ormas Jerat DPW Sumsel menutur kan, "kami sangat Menyayangkan pengerjaan proyek peningkatan jalan dusun 4 di desa pagar dewa kecamatan Lubai ulu Kabupaten Muara Enim yang di kerjakan sesuka hati Oleh CV. AMANDA ENIM JAYA dengan Pagu anggaran Sebesar Rp. 1.000.000.000,00
yang baru beberapa bulan sudah mengalami kerusakan dan keretakan di beberapa titik dan dari ketebalan pun bervariasi mulai dari 5 cm,9 cm sampai 13 cm,dapat di pastikan proyek tersebut tidak sesuai dengan spek dan di duga kuat Di Kerjakan sesuka hati oleh Seorang Oknum kontraktor.
Masih kata Romlan Menurutnya, praktik yang paling banyak terjadi adalah pengurangan ketebalan batu agregat yang seharusnya dua lapis sering kali hanya dipasang tipis dan tidak dipadatkan sesuai prosedur. Akibatnya, jalan yang baru saja selesai dibangun cepat rusak dan tidak bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
Romlan menilai praktik tersebut tidak akan berjalan mulus tanpa adanya dugaan pembiaran bahkan keterlibatan oknum pengawas maupun pihak dinas teknis.
“Kalau sistem pengawasan berjalan benar, mustahil kecurangan seperti ini lolos. Karena itu kami mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan. Permainan kontraktor dalam proyek jalan ini bukan hanya pelanggaran administrasi, tapi sudah masuk ranah tipidkor sesuai UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001,” terang romlan.
“Jangan sampai rakyat Kabupaten Muara Enim terus-menerus jadi korban jalan cepat rusak akibat permainan kotor kontraktor. Kami akan segera melaporkan temuan ini kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya
Dari Keterangan masyarakat yang kami rangkum di lapangan tidak Menutup Kemungkinan Di Duga Kuat Pemilik CV Amanda Enim Jaya kabupaten Muara Enim Sudah Ada Kesepakatan, kemufakatan jahat Untuk Meraup Keuntungan Besar terkait proyek tersebut.
Dengan terbitnya berita ini ,Kami meminta Kepada Instansi Terkait Aparat Penegak Hukum ( APH ) kabupaten Muara Enim Agar Segera Menurunkan Tim Pencari Fakta/Meng-audit, Seluruh Kegiatan Proyek Yang Dikerjakan Oleh CV Amanda Enim Jaya Jika Di temukan Kejanggalan Segera Tindak Tegas Dan Oknum yang terlibat termasuk Tuyul-tuyul Berdasi yang Sudah Merampok dan Merugikan keuangan negara untuk kepentingan pribadi," tutup romlan
Bersambung...
Redaktur : Joni.A




