DENPASAR SELATAN, 9 Juli 2026 – Upaya pemerintah mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi bernilai guna mulai terwujud nyata. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bali secara resmi dimulai, didukung penuh oleh PT PLN (Persero) sebagai bagian dari transformasi nasional pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik serta Kesepakatan Kerja Sama pada Rabu (8/7) di lokasi proyek. Penandatanganan dilakukan oleh PLN selaku pihak penyerap tenaga listrik, PT Daya Energi Bersih Nusantara, dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku pengelola dan pelaksana proyek.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambut baik dimulainya pembangunan ini. Menurutnya, dukungan kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 telah melancarkan proses yang sebelumnya terkendala aturan yang rumit.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Danantara, pemerintah daerah, PLN, dan semua pihak yang terlibat. Penyederhanaan regulasi membuka jalan agar persoalan sampah yang menumpuk selama ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bermanfaat, ramah lingkungan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan proyek ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto. PSEL dibangun dengan teknologi teruji dan standar pengelolaan tinggi agar aman bagi lingkungan dan kesehatan warga.
“Masalah sampah harus segera diselesaikan agar tidak menjadi beban bagi anak cucu kita nanti. Kami pastikan pembangunannya berjalan cepat namun tetap memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Rosan.
Bagi Bali, proyek ini memiliki makna ganda. Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan, selain mengatasi timbunan sampah, fasilitas ini akan menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan, yang sangat penting untuk menunjang keberlangsungan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Kalau berjalan lancar, lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia,” kata Koster.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menambahkan, pihaknya siap mengintegrasikan energi yang dihasilkan ke dalam jaringan listrik nasional. Dengan begitu, sampah yang sebelumnya hanya dianggap limbah kini bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi banyak orang.
“PLN mendukung sepenuhnya konsep ini. Kami pastikan listrik yang dihasilkan bisa diserap dan didistribusikan dengan andal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” tegasnya.
PSEL Bali nantinya mampu mengolah 1.200 hingga 1.650 ton sampah setiap hari dan menghasilkan listrik hingga 30 megawatt. Proyek ini menjadi bagian dari rencana pengembangan serupa di 11 lokasi lain, yang secara keseluruhan akan mengolah hampir 15 ribu ton sampah per hari dan menghasilkan daya listrik hingga lebih dari 310 megawatt.
