Di Duga Puluhan Juta Rupiah Dana Pemeliharaan Tersedia,Namun Fasilitas Tetap Rusak Parah, Perbaikan Tak Ada, Dinas Sudah Periksa Namun Diam Saja

Fhoto : Fasilitas Sekolah Yang Sudah Rusak 

 MUARA ENIM – Wajah dunia pendidikan di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, kembali menjadi sorotan tajam. SD Negeri 10 Tanjung Agung yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu yang layak dan aman, nyatanya kondisinya sangat memprihatinkan, rusak parah di hampir seluruh penjuru bangunan, seolah tak pernah tersentuh perbaikan meski anggaran pemeliharaan rutin setiap tahun terus dianggarkan dan dicairkan.

Berdasarkan hasil penelusuran langsung awak media di lokasi, terlihat jelas betapa terabaikannya fasilitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh Kepala Sekolah. Sebagian atap bocor hingga membuat langit‑langit berlubang dan hancur, rangka jendela serta daun pintu sudah rapuh, lapuk, hingga tak lagi bisa tertutup rapat. Tak kalah memilukan, tempat pengambilan air wudhu yang menjadi kebutuhan pokok siswa dan tenaga pendidik ternyata sudah lama tak berfungsi, kerannya mati total tak lagi mengalirkan air. Kondisi kamar kecil pun jauh dari layak: pintunya bolong besar, kusen copot, bangunan terlihat miring dan rawan roboh. Di ruang perpustakaan meski buku masih tertata rapi, lemari penyimpanan sudah tak berpintu, sementara kerusakan parah di bagian luar bangunan menegaskan satu kenyataan: dana yang rutin diterima untuk pemeliharaan sarana dan prasarana diduga kuat tak pernah turun digunakan untuk perbaikan fisik.

Padahal Diduga sekolah ini setiap tahunnya menganggarkan nilai yang sangat besar, mencapai Puluhan juta rupiah setiap tahun nya yang dialokasikan khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas sarana prasarana sekolah,Namun fakta di lapangan berbicara sebaliknya,tak ada perubahan berarti, kerusakan makin meluas, fasilitas makin tak berfungsi.

Ketika awak media mengonfirmasi hal ini langsung kepada Kepala Sekolah SD NEGERI 10 TANJUNG AGUNG melalui pesan singkat WhatsApp Di nomor +62 857-6806-xxxx, jawabannya Secara tertulis beliau mengakui terus terang: “Seluruh kerusakan yang ada di foto itu belum sama sekali dimasukkan ke dalam rencana maupun anggaran pemeliharaan.”ujarnya 

Fhoto : Hasil Konfirmasi Media Ke Kepala Sekolah SDN 10 Tanjung Agung 

Pengakuan ini makin menegaskan dugaan: Dana jutaan rupiah sudah tersedia dan dicairkan, namun sengaja tak dialokasikan untuk memperbaiki kerusakan yang nyata ada di depan mata. Lebih mengejutkan lagi, Kepala Sekolah juga mengakui: “Masalah ini kemarin sudah diperiksa dan ditinjau langsung oleh 6 orang petugas dari Dinas Pendidikan selama kurang lebih 3 jam.” Lanjutnya 

Namun yang menjadi pertanyaan: Kalau benar sudah diperiksa, sudah diketahui petugas dinas, kenapa hingga hari ini kondisi tetap rusak parah? Kenapa tak ada tindak lanjut, tak ada perbaikan sedikit pun? Apakah tim pemeriksa itu sekadar datang berkunjung, lalu menutup mata dan membiarkan uang negara terus menguap begitu saja?

Saat terus ditekan ke mana sesungguhnya perginya anggaran pemeliharaan tahun 2024‑2025, Kepala Sekolah justru tak sanggup menjelaskan rinciannya, hanya mengalihkan pembicaraan ke hal lain, terkait anggaran yang di pakai untuk perpustakaan.

pertanyaan yang justru makin mengukuhkan dugaan bahwa dana tersebut tak memiliki jejak pertanggungjawaban yang jelas.

Fhoto : Plafon Dan Lemari Perpustakaan Yang Terlihat Rusak

Awak media menegaskan: Ini bukan sekadar kelalaian Kepala Sekolah semata, namun juga menjadi ujian berat bagi Dinas Pendidikan. Kalau pengawasan sudah dilakukan tapi kerusakan dan anggaran tetap dicairkan tanpa hasil nyata, maka pengawasan itu sama artinya melindungi penyalahgunaan uang rakyat.

Publik menuntut jawaban resmi: Siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab atas puluhan juta rupiah yang tak pernah menyentuh perbaikan sekolah ini? Sampai kapan fasilitas pendidikan dibiarkan rusak, sementara anggaran terus mengalir?

Dengan terbitnya berita ini dan berdasarkan azas praduga tak bersalah kami meminta kepada Bupati Muara Enim, Kejaksaan Negeri Kabupaten Muara Enim, inspektorat kabupaten Muara Enim dan instansi terkait,agar segera memanggil dan memeriksa kepala sekolah SD negeri 10 tanjung agung dan audit menyeluruh terkait laporan pertanggungjawaban Anggaran Dana BOS yang ditandatangani oleh kepala sekolah yang Di duga Di biarkan Kerusakan tersebut Oleh Dinas Pendidikan Muara Enim.


Bersambung....



*(Joni)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama