![]() |
| Fhoto: Bupati Oku Hadiri Rapat TRC Bersama Men LHK |
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten OKU melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut serta dalam Rapat Koordinasi Penanganan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Balroom Aula Lantai 2 Hotel Plaza Kuningan, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini dihadiri oleh berbagai kementerian, lembaga negara, serta kepala daerah dari wilayah rawan karhutla. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati OKU yang didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, mewakili Kepala BPBD Januar Effendi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam menghadapi musim kemarau yang tinggal menghitung bulan.
"Dalam rapat ini kami menerima arahan langsung serta berbagai analisa teknis, termasuk prediksi cuaca dari BMKG terkait pola iklim nasional," ujar Gunalfi.
Prediksi BMKG: Puncak Kemarau Agustus
Berdasarkan data yang dipaparkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Indonesia diproyeksikan akan mulai terjadi pada rentang bulan April hingga September 2026. Sementara itu, puncak kemarau kering diperkirakan akan melanda pada bulan Agustus.
Merespons hal tersebut, seluruh daerah yang hadir dalam rakor diminta untuk segera menetapkan Status Siaga Karhutla. Khusus untuk Provinsi Sumatera Selatan, rencana penetapan status siaga akan dilakukan pada penghujung April mendatang, setelah kabupaten/kota di wilayahnya lebih dulu mengaktifkan status tersebut, seperti yang direncanakan oleh Musi Banyuasin, Banyuasin, OKI, dan Ogan Ilir.
OKU Masuk Kemarau Akhir Mei
Berbeda sedikit dengan wilayah lain, Kabupaten OKU diprediksi akan mulai memasuki musim kemarau pada periode Minggu terakhir bulan Mei hingga awal Juni 2026. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan segala sumber daya dan personel.
Rapat yang juga dihadiri oleh Menko Polhukam, Mabes Polri, Mabes TNI, dan BNPB ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dini. Gubernur dari berbagai provinsi rawan seperti Riau, Sumsel, Jambi, hingga Kalimantan juga hadir memastikan komitmen pencegahan karhutla tahun ini.
Dengan adanya arahan ini, BPBD OKU bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) siap mengoptimalkan langkah preventif dan responsif guna meminimalisir risiko kebakaran lahan di wilayah Kabupaten OKU. (tim)

