MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) demi meningkatkan pelayanan publik dan pendapatan daerah. Baru-baru ini, Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menerima kunjungan dan audiensi dari jajaran manajemen PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lahat. Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati ini membahas sejumlah isu krusial, mulai dari pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Tenaga Listrik hingga percepatan program pemasangan meter pada Penerangan Jalan Umum (PJU).
Dalam pertemuan tersebut, Manager PLN UP3 Lahat, Agus Priyanto, menegaskan kesiapan penuh pihaknya untuk mendukung kelancaran program meterisasi PJU yang mencakup 225 titik pelanggan di wilayah Muara Enim. Ia menjamin fasilitasi teknis secara menyeluruh guna memastikan transisi sistem berjalan lancar di lapangan.
"Kami berkomitmen mendukung penuh program ini. Mulai dari penyediaan kotak panel, alat ukur kwh meter, hingga penempatan petugas teknis di lokasi, semuanya kami siapkan agar prosesnya tidak terkendala. Namun perlu ditegaskan, untuk urusan pemasangan instalasi kabel serta pemeliharaan fisik lampu jalan, hal tersebut tetap menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Pemerintah Daerah," jelas Agus Priyanto.
Merespons penjelasan tersebut, Bupati Muara Enim, H. Edison, menyambut baik komitmen yang disampaikan PLN. Meski demikian, ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih intens dan agresif antara PLN dengan Dinas Perhubungan (Dishub) selaku perangkat daerah yang membidangi penerangan jalan. Menurutnya, komunikasi yang kuat adalah kunci utama agar hak dan kewajiban masing-masing pihak terlaksana secara adil, transparan, dan sesuai aturan.
"Koordinasi antara PLN dan Pemda melalui Dishub harus lebih sering dilakukan dan lebih diperkuat. Hal ini sangat penting agar kebutuhan meterisasi PJU di seluruh titik kabupaten dapat terselesaikan dengan baik. Tujuannya agar segala sesuatu berjalan teratur, di mana hak dan kewajiban kedua belah pihak terpenuhi dengan adil," tegas Bupati Edison.
Sebagai langkah nyata dan solusi atas berbagai pembahasan tersebut, kedua belah pihak akhirnya menyepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tim Terpadu. Tim gabungan ini memiliki dua fokus kerja utama, yaitu pengawasan ketat terhadap akurasi tagihan listrik serta penataan menyeluruh penerangan jalan umum.
Dengan adanya Satgas ini, diharapkan tata kelola energi dan pencahayaan jalan di Muara Enim menjadi jauh lebih tertib, efisien, dan akuntabel. Selain menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, langkah ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan daerah melalui sektor pajak tenaga listrik, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
*(Joni)


